Senin, 26 Oktober 2015

Resep Nasi Bebek Madura

Bahan :
Bebek 1 ekor. Potong 8 rebus sebentar buang airnya.
Daun jeruk 15 lbr
Daun sereh 2 batang
2 buah tomat iris.
Asam jawa 1 sdm
Gula merah 2 sdm.
Minyak goreng 500 ml,minyaknya harus banyak, bebeknya sampai terendam.

Bumbu (haluskan) :
10 siung bawang merah
4 siung bawang putih
20 buah cabe rawit merah
3 cm kencur
5 butir kemiri
2 cm kunyit.
Caranya :
Tuang 100ml minyak dalam wajan (kalau bisa yg anti lengket) tumis bumbu, tambahkan semua bahan dan bumbu dalam wajan, masak dengan cara diungkep sampai matang, sambil di aduk sesekali. Nah untuk mendapatkan kuah hitamnya, masak terus sampai bumbu menghitam. 

 

Minggu, 11 Oktober 2015

Photograph of my life 6

"Aku ingin kau temanin aku sakura"
"Kemana?"

©viviyantiofficial.blogspot.com
.
.
.
Photograph of my life part 6

"Kemana?"
"Ketempat ryouta"
"Kenapa mendadak begitu ingin ketemu Ryouta"
"Tidak kenapa napa sakura, aku hanya penasaran saja"
"Hem baiklah kalau begitu"
.
.
©viviyantiofficial.blogspot.com
.
.
"Ini dia tempatnya Rin"
"Hem begitu"
"Lihat itu Ryouta"
"Terimakasih sudah datang, datang lagi lain kali"
"Rin ayok masuk"
"I.. Iya"
"Ryouta ini aku sakura,aku kesini bersama temanku Rin"
"Ah salam kenal Rin"
"-- kenapa dia lupa kalau waktu itu aku memukulnya (bicara rin dalam hati)"
"Sakura kau ingin membeli produk apa? Disudut kanan ada kumpulan buah dan makanan. Disudut kiri ada kumpulan peralatan rumah. Ditengah ada kumpulan alat tulis, snack"
"Ah tidak aku hanya mampir ryouta"
"Ryouta"
"Ah iya ibu"
"Bantu ibu sini"
"Permisi sebentar nona nona cantik"
"Kau lihat kan Rin"
"Nyaris ku tak percaya --"
"Loh kok?"
"Iya disekolah dia udah bagai preman, bahkan tuanku dijadikan babu"
"Tuanku? Siapa tuanmu?"
"Eh maaf salah bicara, maksudku temanku."
"Oh begitu ya (aneh sekali *pikir sakura dalam hati)"
"Ahaha iya sakura"
©viviyantiofficial.blogspot.com
"Hey nona nona sudah selesai bicaranya? Apa kalian ingin membeli sesuatu ditoko kami? *sambiltersenyum"
"Ahahaa tidak ryouta kun, kami hanya mampir" kata sakura
"Hey Ryouta, aku perlu bicara denganmu" kata Rin
"Ahaha bicara tentang apa ya?heheh"
"Sakura bisa kau tinggalkan kami sebentar"
"Apa pembicaraan kalian begitu penting ya? Atau soal kau dicium ryouta itu"
"Apa?!!" kata ryouta
"-_- heyy itu tidak benar"
"Kemarin kan kau berbicara"
Klik
Tiba tiba ruang menjadi berhenti, waktu pun berhenti hanya ryouta dan rin saja yang bergerak. Ryouta sempat kaget melihatnya
"Kau ini penyihir atau apa?"
Rin tersenyum tipis
"Hey baka, kau lupa denganku?"
"Memangnya kau itu siapa?"
"Aku ini adalah orang yang memukulmu waktu itu karena kau memukul tuanku, tolong jangan lakukan hal itu lagi dengan tuanku. Dia tidak ada salah. Bisakah kau jadi orang baik seperti kamu ditoko ini?"
"Apa peduliku? Emang tuanmu siapa? Kau itu apa sok melindungi dia. Wanita macem apa kau melindungi laki laki? Bukannya laki laki yang melindungi engkau?"
"Karena dia adalah tuanku"
"Oh" Ryouta tepuk tangan
"Apa yang kau banggakan?"
"Babu penurut"
"Baka, aku bukan babu!!"
"Kalau kau ingin aku tidak mengganggu tadashimu. Kalahkan aku juga" sambil menunjukan jam pemanggil dan dia menekannya maka keluarlah seseorang
"Akashi"
"Kau mengenal orang ini?" kata Ryouta
"Akashi kenapa kau bersama orang jahat seperti dia?"
"Dia tuanku sekarang"
"Akashiii!!"
"Jadi kau adalah teman dia? Kalahkan akashi jika kau ingin tuanmu itu bebas dariku" kata ryouta
"Kenapa kau tidak membalasku saat itu?"
"Aku hanya kaget saja ketika kau mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk memukulku, saat itu aku bercerita kepada akashi tentang kekuatanmu yang beda dengan manusia biasa. Akhirnya akashi bercerita kalau dirimu sama dengannya.Akashi melihatmu dari balik jam ini"
"Akashi tolong jauhin dia"
"Maaf dia sudah jadi tuanku, Rin-Chan"
"Pembantu adalah alatku, menurutku dia bukanlah teman bagiku. Dia hanya melakukan apa yang ku perintahkan, benarkan akashi?"
"Iya benar sekali" (wajah murung)
©viviyantiofficial.blogspot.com
"Apa maksudmu? Kami bukan alat yang bisa kau lakukan seenaknya. Teman bukanlah alat yang kau manfaatkan seenaknya! Akashi sadarlah, kau ada dijalan yang salah"
"Maaf Rin"
"Akashi serang dia"
"Baik tuanku"
"Akashi"
"Maafkan aku rin" (menyerang rin dengan mengeluarkan buliran air mata)
Cling (pisau mereka saling beradu)
"Akashi hentikan, akashi sadarlah. Akashi!!!"(sambil menangis)
©viviyantiofficial.blogspot.com
"Maafkan aku Rin"
Flashback on
Waktu itu aku dan rin masih sangat kecil, kami selalu bersama. Kemanapun aku pergi, entah kenapa rin selalu mengikutiku"
"Akashi kau mau donat, ini pemberian ibuku"
"Makasih Rin chan"
"Aaa"
"Enak juga ya"
"Iya^^ akashi jangan pergi kemana mana ya, aku ingin akashi tetap bersamaku"
"Hem iya Rin, pasti"
Waktu itu hari sudah malam dan waktu itu badai salju, Rin masih berada di rumahku. Ibuku menyalakan TV
"Breaking news hari ini. Diperkirakan akan terjadi badai salju dalam waktu 1 minggu ini, akan reda setelah tanggal 9 oktober mendatang"
"Sepertinya Rin-chan tidak bisa pulang bu"
"Hem iya, yasudah Rin nginap saja disini, ibu mau menelepon ibunya dulu"
©viviyantiofficial.blogspot.com
"Rin kau tinggal disini sampai seminggu, karena badai salju"
"Benarkah? Lalu ibu? Huaa hiks hiks (sambil nangis)"
"Sudahlah Rin jangan nangis -- ada aku disini yang menjagamu"
"Benarkah?" (matanya membulat sempurna)
"Iya"
"Aku sayang Akashi san(sambil memeluk erat akashi)"
"Hey Rin ini terlalu erat heyy"
"Ah maaf(melepaskan pelukan) aku terlalu bersemangat Akashi san"
"Iya iya tak apa, kau ini (sambil mengacak rambut Rin)"
"Kenapa akashi san?"
"(Sambil menggelengkan kepala) tidak apa"
Waktu itu sudah malam dan saatnya untuk tidur
"Akashi kau tidur dengan Rin ya?"
"Kenapa tidak dengan ibu?"
"Kau kan teman sama dia, tidak apa. Bukannya Rin chan sayang sama kamu?"
"Loh kok ibu tau?"
"Dia berbicara tentang namamu terus"
"Hem iyadeh bu"
.
.
©viviyantiofficial.blogspot.com
.
.
"Rin kau tidur disini samaku"
"Hem baiklah"
Dan akhirnya mereka tertidur dengan lelapnya tapi akashi belum tidur sama sekali.
"Rin kelihatan lucu saat sedang tidur" kata akashi dalam hati
"Akashi jangan tinggalin Rin, Rin sayang Akashi" (ngigau sambil meluk Akashi tanpa sadar)
"Rin rin" (sambil tersenyum dan memeluk rin)
Keesekon harinya
"Akashi akashi?"
"Kenapa Rin?"
"Main rumah rumahan yuk, kau jadi suamiku ceritanya"
"Hem iya iya"
***
"Ini minuman untukmu tedy bear, kau mau teh lagi?"
"Ayah pulang"
"Ah selamat datang ayah, kau pasti kerja keras hari ini" (sambil tersenyum)
"Haha iya"
Bermenit menitpun kami memainkan main rumah rumahan itu
"Akashi san?"
"Iya Rin chan?"
"Kalau kita sudah besar, aku ingin kau jadi suamiku nanti. Berjanjilah?" (sambil tersenyum)
"Iya Rin chan (tersenyum)"
Waktu itu Rin sangatlah imut dan polos, aku sangat menyayanginya. waktu saat aku berusia 12 tahun
"Rin chan aku pergi dulu"
"Kemana? Akashi jangan tinggalin rin. Rin gak mau teman Rin pergi"
"Maaf Rin aku harus mengembara dan bertarung di magic world untuk mendapatkan uang, keluargaku sedang dalam krisis ekonomi"
(Rin pun menangis sejadi jadinya)
"Jangan lupa untuk ingat aku dan jangan lupa kembali lagi kesini"
"Iya Rin (sambil tersenyum dan pergi)"
Rin mengejar akashi dan memeluknya dari belakang dengan erat
"Akashi hiks hiks"
(Akashi pun mengeluarkan air matanya juga)
"Jagalah dirimu baik baik rin, makanlah yang banyak dan jaga kesehatan. Aku menyayangimu Rin"
"Akashi... Hati hati hiks hiks"
Flashback off
"Akashi sadarlah akashi!!"
"Bunuh dia akashi" teriak ryouta
(Wajah akashi menjadi pucat)
To be continue

©viviyantiofficial.blogspot.com
Dilarang keras untuk menjiplak hasil karya viviyantiofficial.blogspot.com. Be a creative and dont be copy my story. Jangan lupa memberikan komentar kalian^^
Bye bye~ 😊
Oh iya bagi kalian yang memfavoritkan aku sebagai author di xivivitaoris sekarang aku disini membuat cerita. Aku tadinya ingin melanjutkan ceritaku di fanfic tapi apa daya pemerintah memblokir web fanfic 😥 untuk cerita love story human wolf mungkin akan dibuat nanti dan akan banyak revisi. Tak lupa juga aku hanturkan terimakasih banyak yang sudah mengunjungin blogku 😄

Arigatao


Sabtu, 10 Oktober 2015

Adam Levine - Lost stars

Please don't see just a boy caught up in dreams and fantasies
Please see me reaching out for someone I can't see
Take my hand let's see where we wake up tomorrow
Best laid plans some
times are just a one night stand
I'd be damned Cupid's demanding back his arrow
So let's get drunk on our tears and

God, tell us the reason youth is wasted on the young
It's hunting season and the lambs are on the run
Searching for meaning
But are we all lost stars, trying to light up the dark?

Who are we? Just a speck of dust within the galaxy?
Woe is me, if we're not careful turns into reality
Don't you dare let our best memories bring you sorrow
Yesterday I saw a lion kiss a deer
Turn the page maybe we'll find a brand new ending
Where we're dancing in our tears and
God, tell us the reason youth is wasted on the young
It's hunting season and the lambs are on the run
Searching for meaning
But are we all lost stars, trying to light up the dark?

I thought I saw you out there crying
I thought I heard you call my name
I thought I heard you out there crying
Just the same

God, give us the reason youth is wasted on the young
It's hunting season and this lamb is on the runp
Searching for meaning
But are we all lost stars, trying to light up the dark?

I thought I saw you out there crying
I thought I heard you call my name
I thought I heard you out there crying

But are we all lost stars, trying to light up the dark?
But are we all lost stars, trying to light up the dark?


Gone

Maincast :
Krystal Jung
Oh Sehun
Lee minho
Suzy Miss A

Dibawah gedung gereja seorang gadis sedang bernaung. langit memudar dan gelap. Langit yang mulai menangis dan petir yang menggelegar. Tampak dia sedang menunggu seseorang. Gadis itu sendirian dan tidak ada yang menemanin.
"Hey, kau tidak pulang?"
"Siapa disana? Maaf aku buta"
"Panggil saja aku Sehun, jadi kau buta? Kenapa keluargamu tidak menjemputmu?"
"Oh salam kenal sehun entahlah aku masih menunggu"
"Kalau aku boleh tau namamu siapa?"
"Aku krystal jung"
Drrt drrt
"Ah sepertinya ada yang nelpon"
*angkat
"Hello mom?"
"Yeah i still wait"
"Okay, i'll wait for minute"
"See ya"
"Ibumu nelpon"
"Ah iya, ngomong ngomong kenapa kau belom pulang"
"Tidak, aku tugas di koor"
"Hmm gitu, jadi kau pintar nyanyi ya^^"
"Tidak juga, kau mau bergabung?"
"Uhm aku tidak tau"
"Ikut sajalah, tiada salahnya melayani Tuhan"
Drrrtt drrtt
"Yep mom"
"Okay wait mom"
"Ibuku sudah menunggu"*berdiri
"Gomawo sudah menemani"
"Wah ternyata kau jangkung, iya hati hati"
***
Rumah sehun
"Obat sudah habis dan harus beli obat lagi, eug sakitnya begitu terasa" *sambilmegangjantung
#ditempatkerjasehun
"Sehun, siapkan 2 spagethi, 3 kari"
"Iya chef"
"Sehun siapkan ayam lada hitam"
"Iya chef"
"Sehun siapkan nasi kari dan steak"
"Iya chef"
"Sehun..."
"Sehun..."
"Sehun..."
"Iya chef"
"Wah kerja bagus sehun, tingkatkan kerjamu"
"Siap chef"
"Oh iya sehun, coba kau liat pelanggan kita itu" *sambilmelihatjendela cantik ya?"
"Diaaa..."
"Kau kenal?"
"Iya aku kenal"
"Kenalkan aku padanya dong?hehe"
"Chef ini bagaimana? Istri anda pasti akan memukuli anda kalau menggoda wanita lain"
"Bhahaha kau ini"
"Pesanan, meja 24 pesan steak"
"Apaaa?!! Itukan mejanya krys" heboh sehun
"Sudah kau antarkan makanan itu, anggap itu bonus dariku karena kau sudah kerja keras"
"Ah chef ini bisa saja"
"Cepat sana, atau aku yang antar"
"*Glek iya iya"
"Pesanannya meja 24"
"Sepertinya suaramu begitu familiar"
"Eh? Benarkah?"
*angguk
"Seperti suara orang yang kutemui kemarin"
TBC


Photograph of my life 5

Di kelas
"anak anak persiapkan dirimu untuk menghadapi ulangan besok"
"Iya bu"
***
Di kantin
"Bu pesan nasi kare ya 1 sama jus jeruk"
"Iya nak"
'BOOF
"Hey kenapa kau keluar disaat seperti ini? =="
"Hahaha belikan aku nasi kare juga, aku lapar"
"Kenapa aku harus membelikanmu?=="
"Aku kan sudah melindungimu dari Ryouta"
"Hmmm yasudah yasudah deh=="
"Bu nasi kare jadi 2"
"Iya nak"
"Tadashi?"
"Apa rin?=="
"Siapa Rin? Aku Sakura, kau sedang apa?"
*tengok kiri tengok kanan dengan cepat
"lah Rin kemana?"
"Rin pacarmukah, Tadashi?"
"Ah dia hanya teman, tadi dia bersamaku"
"Oh hehe, kau sedang apa?"
"Nasi kare 2 dan jus 1"
"Ah Sakura, kau mau makan nasi kare bersamaku?"
"bukankah itu untuk temanmu?
"Dia menghilang begitu saja=="
"Aku tidak enak Tadashi"
"Entar aku belikan dia lagi =="
"tidak apa apa?"
"Sudah gausah banyak berpikir lagi, ini *kasihnasikare"
"Makasih Tadashi"
"Iya Sakura"
Di tempat duduk kantin
"Kau ingin menjadi apa nanti setelah lulus dari sini?"
"aku ingin menjadi pembuat robot di Universitas seoul, kalau kau sakura?"
"Aku sih ingin menjadi seorang Dokter atau jadi seorang Penyanyi?"
"Atau dokter yang bisa menyanyi"
Krik krik
"hahaha kau ini Hahahahah" #sambilmenepokbahutadashikencang
"Aduh Sakura kalau begini sih aku bisa mati=="
"Kau ini terlalu hiperbola Tadashi"
"Heheh begitu ya?"
"Kau ini hahaha" *ketawaterbahakbahak *sambilmenepoktadashi *orangorangkantinmelihatkearahtadashidansakura
"Ahahaha"
"Sakura tertawa terlalu besar=="
"Maafkan aku tadashi aku terlalu terbawa suasana"
"Sakura aneh" (pikirku dalam benakku)
***
"Makasih untuk makanannya Tadashi"
"Walaupun dia aneh dia adalah wanita yang cantik" (pikirku)
"Iya sama sama Sakura"
"Tadashi jangan lupa kita pulang bareng ya?"
"Iya sakura"
***
Selesai sekolah
"Tadashi??!!"
"Iya saku.. rinn??!!!"
"namaku bukan sakurin =="
"Mana nasi kareku"
"Hey seharusnya aku yang bertanya tadi kau dimana?! Kau ini blablabla..." (Marah sampai tidak ada hentinya)
"Maaf tadi aku pergi"
"SEGITU MUDAHNYA KAU BERKATA?!!" (Marah lagi sampai tidak berujung)
"Iya iya Tadashi maaf"
"Bagaimana aku bisa memaafkanmu?blablabla..."
"Mulai lagi =="
"Tadashi~"
"Ah itu sakura"
"Loh ini siapa?"
"Kenalkan ini Rin, pembantuku(?)"
"Kau bilang apa? (Mukul Tadashi sampai terpental jauh)"
"Tenagamu kuat sekali Rin^-^"
"Ahaha iya Sakura^-^"
"Hey Rin =="
"Eh tadashi cepat banget kesini?^-^"
"Gausah pasang wajah imut begitu == kau ini blablabla" (marah lagi)
"Eh sudah hentikan pertengkaran kalian, kapan kita pulang kalau kalian berantem terus?"
"Iya juga ya"
"sudah ayok pulang"
***
"Rin kau tinggal dimana?^-^"
"Aku rumahnya tetanggaan dengan Tadashi^-^ kalau kau sakura?"
"ah Rumahku dekat rumah Ryouta"
"Oh anak laki laki kurangajar itu"
"Loh?emang ada masalah apa Rin?"
"Kemarin aku menghajarnya karena dia mencoba menciumku(?)"
"Mencium apanya? Dasar Rin ==" (ketus Tadashi dalam hati)
"Hahaha Rin Rin, Ryouta memang kurangajar tapi disatu sisi dia adalah orang baik"
"Baik apanya?=="(pikir Tadashi dalam benak)
"Benarkah Sakura?"
"Iya, dia juga kerja bantuin ibunya dagang"
"Tapi dia sudah seperti preman saja,bahkan ada orang yang ditindas dia jadi seorang babu (ngelirik ke arah tadashi)"
"== kenapa dia melirik kearahku"(pikir Tadashi)
"Walaupun begitu dia baik kok"
"Benarkah?"
"Kalau kau mau datang saja ke tokonya, kau bareng saja datang bersama Tadashi kerumahku entar kita kesana bersama"
"Hm iya Sakura^-^"
Dirumah Tadashi
"Tak kusangka Ryouta baik juga"
"Iya ya^-^"
"Hey kenapa kau pasang wajah seperti itu?=="
"Tidak apa apa^-^"
"=="(ngelihat kearah langit)
"Kau sedang memikirkan apa?"
"Aku ingin tau apakah aku bisa mencapai cita citaku"
"Tentu kau pasti bisa kok, ini"
"Apa ini?"
"Tuliskan apa saja cita-citamu dan harapanmu, semoga saja mimpimu jadi nyata"
"Hm baiklah"
"Semoga aku bisa menjadi pembuat robot terkenal"
"Sudah selesai?"
"Iya ini sudah"
"Heyy rin?"
"Ada apa?"
"Aku lapar"
"Makanlah"
"Sebentar aku cari ibu"
***
"Ibu gaada dirumah dan tidak masak"
"Hem bentar, *clinggg Robot pembuat masakan"
"wahh"
"Robot ini bisa memasak makanan yang kau inginkan, tinggal bilang saja apa yang kau inginkan"
"Aku mau ramen"
"1 ramen siap dimasak"
"Wah robotmu hebat"
"Tentu, aku ingin pergi kesuatu tempat"
"Kemana?"
"Mungkin kerumah sakura"
"Kau kan tidak tau dirumahnya"
"Taddaa dengan kompas ini aku bisa tau Rumah Sakura"
"Kau mau ngapain dirumah Sakura?"
"Aku hanya ingin main, sebelumnya aku harus ubah penampilanku"
"Bubuk pengubah tampilan, dengan begini aku bisa pergi"
"Ya pergi saja, aku sedang menunggu Ramen*-*"
"Baiklah"
***
Ding dong ding dong
"Iya"
Ceklik
"Rin?"
"Sakura aku ingin kau temanin aku"
"Kemana?"
TBC