"Aku ingin kau temanin aku sakura"
"Kemana?"
©viviyantiofficial.blogspot.com
.
.
.
Photograph of my life part 6
"Kemana?"
"Ketempat ryouta"
"Kenapa mendadak begitu ingin ketemu Ryouta"
"Tidak kenapa napa sakura, aku hanya penasaran saja"
"Hem baiklah kalau begitu"
.
.
©viviyantiofficial.blogspot.com
.
.
"Ini dia tempatnya Rin"
"Hem begitu"
"Lihat itu Ryouta"
"Terimakasih sudah datang, datang lagi lain kali"
"Rin ayok masuk"
"I.. Iya"
"Ryouta ini aku sakura,aku kesini bersama temanku Rin"
"Ah salam kenal Rin"
"-- kenapa dia lupa kalau waktu itu aku memukulnya (bicara rin dalam hati)"
"Sakura kau ingin membeli produk apa? Disudut kanan ada kumpulan buah dan makanan. Disudut kiri ada kumpulan peralatan rumah. Ditengah ada kumpulan alat tulis, snack"
"Ah tidak aku hanya mampir ryouta"
"Ryouta"
"Ah iya ibu"
"Bantu ibu sini"
"Permisi sebentar nona nona cantik"
"Kau lihat kan Rin"
"Nyaris ku tak percaya --"
"Loh kok?"
"Iya disekolah dia udah bagai preman, bahkan tuanku dijadikan babu"
"Tuanku? Siapa tuanmu?"
"Eh maaf salah bicara, maksudku temanku."
"Oh begitu ya (aneh sekali *pikir sakura dalam hati)"
"Ahaha iya sakura"
©viviyantiofficial.blogspot.com
"Hey nona nona sudah selesai bicaranya? Apa kalian ingin membeli sesuatu ditoko kami? *sambiltersenyum"
"Ahahaa tidak ryouta kun, kami hanya mampir" kata sakura
"Hey Ryouta, aku perlu bicara denganmu" kata Rin
"Ahaha bicara tentang apa ya?heheh"
"Sakura bisa kau tinggalkan kami sebentar"
"Apa pembicaraan kalian begitu penting ya? Atau soal kau dicium ryouta itu"
"Apa?!!" kata ryouta
"-_- heyy itu tidak benar"
"Kemarin kan kau berbicara"
Klik
Tiba tiba ruang menjadi berhenti, waktu pun berhenti hanya ryouta dan rin saja yang bergerak. Ryouta sempat kaget melihatnya
"Kau ini penyihir atau apa?"
Rin tersenyum tipis
"Hey baka, kau lupa denganku?"
"Memangnya kau itu siapa?"
"Aku ini adalah orang yang memukulmu waktu itu karena kau memukul tuanku, tolong jangan lakukan hal itu lagi dengan tuanku. Dia tidak ada salah. Bisakah kau jadi orang baik seperti kamu ditoko ini?"
"Apa peduliku? Emang tuanmu siapa? Kau itu apa sok melindungi dia. Wanita macem apa kau melindungi laki laki? Bukannya laki laki yang melindungi engkau?"
"Karena dia adalah tuanku"
"Oh" Ryouta tepuk tangan
"Apa yang kau banggakan?"
"Babu penurut"
"Baka, aku bukan babu!!"
"Kalau kau ingin aku tidak mengganggu tadashimu. Kalahkan aku juga" sambil menunjukan jam pemanggil dan dia menekannya maka keluarlah seseorang
"Akashi"
"Kau mengenal orang ini?" kata Ryouta
"Akashi kenapa kau bersama orang jahat seperti dia?"
"Dia tuanku sekarang"
"Akashiii!!"
"Jadi kau adalah teman dia? Kalahkan akashi jika kau ingin tuanmu itu bebas dariku" kata ryouta
"Kenapa kau tidak membalasku saat itu?"
"Aku hanya kaget saja ketika kau mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk memukulku, saat itu aku bercerita kepada akashi tentang kekuatanmu yang beda dengan manusia biasa. Akhirnya akashi bercerita kalau dirimu sama dengannya.Akashi melihatmu dari balik jam ini"
"Akashi tolong jauhin dia"
"Maaf dia sudah jadi tuanku, Rin-Chan"
"Pembantu adalah alatku, menurutku dia bukanlah teman bagiku. Dia hanya melakukan apa yang ku perintahkan, benarkan akashi?"
"Iya benar sekali" (wajah murung)
©viviyantiofficial.blogspot.com
"Apa maksudmu? Kami bukan alat yang bisa kau lakukan seenaknya. Teman bukanlah alat yang kau manfaatkan seenaknya! Akashi sadarlah, kau ada dijalan yang salah"
"Maaf Rin"
"Akashi serang dia"
"Baik tuanku"
"Akashi"
"Maafkan aku rin" (menyerang rin dengan mengeluarkan buliran air mata)
Cling (pisau mereka saling beradu)
"Akashi hentikan, akashi sadarlah. Akashi!!!"(sambil menangis)
©viviyantiofficial.blogspot.com
"Maafkan aku Rin"
Flashback on
Waktu itu aku dan rin masih sangat kecil, kami selalu bersama. Kemanapun aku pergi, entah kenapa rin selalu mengikutiku"
"Akashi kau mau donat, ini pemberian ibuku"
"Makasih Rin chan"
"Aaa"
"Enak juga ya"
"Iya^^ akashi jangan pergi kemana mana ya, aku ingin akashi tetap bersamaku"
"Hem iya Rin, pasti"
Waktu itu hari sudah malam dan waktu itu badai salju, Rin masih berada di rumahku. Ibuku menyalakan TV
"Breaking news hari ini. Diperkirakan akan terjadi badai salju dalam waktu 1 minggu ini, akan reda setelah tanggal 9 oktober mendatang"
"Sepertinya Rin-chan tidak bisa pulang bu"
"Hem iya, yasudah Rin nginap saja disini, ibu mau menelepon ibunya dulu"
©viviyantiofficial.blogspot.com
"Rin kau tinggal disini sampai seminggu, karena badai salju"
"Benarkah? Lalu ibu? Huaa hiks hiks (sambil nangis)"
"Sudahlah Rin jangan nangis -- ada aku disini yang menjagamu"
"Benarkah?" (matanya membulat sempurna)
"Iya"
"Aku sayang Akashi san(sambil memeluk erat akashi)"
"Hey Rin ini terlalu erat heyy"
"Ah maaf(melepaskan pelukan) aku terlalu bersemangat Akashi san"
"Iya iya tak apa, kau ini (sambil mengacak rambut Rin)"
"Kenapa akashi san?"
"(Sambil menggelengkan kepala) tidak apa"
Waktu itu sudah malam dan saatnya untuk tidur
"Akashi kau tidur dengan Rin ya?"
"Kenapa tidak dengan ibu?"
"Kau kan teman sama dia, tidak apa. Bukannya Rin chan sayang sama kamu?"
"Loh kok ibu tau?"
"Dia berbicara tentang namamu terus"
"Hem iyadeh bu"
.
.
©viviyantiofficial.blogspot.com
.
.
"Rin kau tidur disini samaku"
"Hem baiklah"
Dan akhirnya mereka tertidur dengan lelapnya tapi akashi belum tidur sama sekali.
"Rin kelihatan lucu saat sedang tidur" kata akashi dalam hati
"Akashi jangan tinggalin Rin, Rin sayang Akashi" (ngigau sambil meluk Akashi tanpa sadar)
"Rin rin" (sambil tersenyum dan memeluk rin)
Keesekon harinya
"Akashi akashi?"
"Kenapa Rin?"
"Main rumah rumahan yuk, kau jadi suamiku ceritanya"
"Hem iya iya"
***
"Ini minuman untukmu tedy bear, kau mau teh lagi?"
"Ayah pulang"
"Ah selamat datang ayah, kau pasti kerja keras hari ini" (sambil tersenyum)
"Haha iya"
Bermenit menitpun kami memainkan main rumah rumahan itu
"Akashi san?"
"Iya Rin chan?"
"Kalau kita sudah besar, aku ingin kau jadi suamiku nanti. Berjanjilah?" (sambil tersenyum)
"Iya Rin chan (tersenyum)"
Waktu itu Rin sangatlah imut dan polos, aku sangat menyayanginya. waktu saat aku berusia 12 tahun
"Rin chan aku pergi dulu"
"Kemana? Akashi jangan tinggalin rin. Rin gak mau teman Rin pergi"
"Maaf Rin aku harus mengembara dan bertarung di magic world untuk mendapatkan uang, keluargaku sedang dalam krisis ekonomi"
(Rin pun menangis sejadi jadinya)
"Jangan lupa untuk ingat aku dan jangan lupa kembali lagi kesini"
"Iya Rin (sambil tersenyum dan pergi)"
Rin mengejar akashi dan memeluknya dari belakang dengan erat
"Akashi hiks hiks"
(Akashi pun mengeluarkan air matanya juga)
"Jagalah dirimu baik baik rin, makanlah yang banyak dan jaga kesehatan. Aku menyayangimu Rin"
"Akashi... Hati hati hiks hiks"
Flashback off
"Akashi sadarlah akashi!!"
"Bunuh dia akashi" teriak ryouta
(Wajah akashi menjadi pucat)
To be continue
©viviyantiofficial.blogspot.com
Dilarang keras untuk menjiplak hasil karya viviyantiofficial.blogspot.com. Be a creative and dont be copy my story. Jangan lupa memberikan komentar kalian^^
Bye bye~ 😊
Oh iya bagi kalian yang memfavoritkan aku sebagai author di xivivitaoris sekarang aku disini membuat cerita. Aku tadinya ingin melanjutkan ceritaku di fanfic tapi apa daya pemerintah memblokir web fanfic 😥 untuk cerita love story human wolf mungkin akan dibuat nanti dan akan banyak revisi. Tak lupa juga aku hanturkan terimakasih banyak yang sudah mengunjungin blogku 😄
Arigatao
Minggu, 11 Oktober 2015
Photograph of my life 6
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar